ahlussunnah wal jamaah

GHIRAH SEORANG ANAK PADA NABINYA

DIKISAHKAN, suatu ketika anak-anak penduduk Bahrain keluar untuk bermain bola. Saat itu ada seorang pendeta Bahrain duduk menonton mereka. Tiba-tiba bola terlempar mengenai dada pendeta itu, maka ia pun marah dan menahan bola itu. Anak-anak berusaha memintanya kembali ,namun pendeta menolak permintaan mereka. Salah seorang anak dari mereka berkata ,”aku memohon kepadamu dengan kehormatan Muhammad SAW agar engkau mengembalikan bola kami.”namun si pendeta tetap menolak dan bahkan menghina Rosulullah SAW. Maka anak-anak itu mengambil tongkat mereka dan memukul pendeta itu hingga tewas.

Kemudian perkara ini diajukan kepada umar ra. Sungguh demi ALLAH, umar tidak pernah merasa segembira itu—walaupun dia mendapatkan kemenangan atau memperoleh harta rampasan perang—dari pada kegembiraan melihat pembunuhan pendeta yang dilakukan oleh anak itu. Umar berkata,”sekarang jayalah islam, bahwasannya anak-anak yang masih kecil itu—saat mendengar nabi mereka dihina –mereka marah dan membela kehormatan nabi mereka lalu membunuh pendeta yang mencaci nabi mereka.



LIHATLAH BETAPA BESAR CINTANYA ANAK/BOCAH INI KEPADA NABINYA!!!!


Umar bin abdul aziz Telat sholat digundul

Siapa yang tidak tahu Umar Bin Abdul Aziz, khalifah yang keadilannya melegenda itu. Sepeninggal para khulafarrasyidin, umat islam tidak menemukan pemimpin negara yang adil seperti mereka. Malah sebaliknya, para khalifah Bani Umayyah menyuguhkan panggung sejarah yang bercelemotan dengan darah. Namun dengan naiknya Umar bin Abdul Aziz ke atas kursi khilafah menggantikan Sulaiman bin Abdul Malik maka umat islam menemukan kembali sosok khalifah, pengganti Rasulullah, yang sebenarnya. Kebijakan yang diterapkan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam menjalankan roda kepemerintahannya sama seperti yang diterapkan oleh para kkhulafaarrasyidin yang empat itu, yaitu berdasarkan Qur’an dan Sunnah Nabi. Tak heran kalau Sufyan Atssauri berkata: “Khalifah itu ada lima. Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz.”

Kesalehan dan ketakwaan Umar bin Abdul Aziz tidak luput dari peran orang tua dan para pendidiknya di waktu ia masih kanak-kanak. Orang tuanya, Abdul Aziz bin Marwan, sangat memperhatikan pendidikan anak tercintanya tersebut. Walaupun sang anak adalah berasal dari keluarga ningrat Bani Umayyah yang berkuasa kala itu tapi ia tidak dimanja. Bahkan dengan kemauan sendiri Umar bin Abdul Aziz meminta kepada sang ayah untuk dikirim ke Madinah dengan tujuan menimba ilmu dan belajar adab (sopan santun) dari para ulama Madinah. Kala itu sang ayah menjabat sebagai gubernur Mesir.

Salah satu guru Umar bin Abdul Aziz di Madinah adalah Saleh bin Kaisan, seorang ahli hadis dan pendidik yang saleh. Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz telat dari shalat berjamah. Saleh bin Kaisan menegurnya.

“Kenapa kamu telat?”

“Tadi pelayan saya menata rambut saya,” jawab Umar bin Abdul Aziz beralasan.

“Kau lebih mengutamakan hal itu daripada shalat jamaah?” sergah Saleh bin Kaisan dengan nada ingkar.

Kejadian tersebut dilaporkan melalui surat oleh sang kiai, Saleh bin Kaisan, kepada wali santrinya, ayah Umar bin Abdul Aziz di Mesir. Sang ayah menindaklanjuti laporan guru pendidik anaknya itu. Dikirimlah seseorang utusan untuk datang ke Madinah. Utusan itu datang ke Umar bin Abdul Aziz. Tanpa bicara sediktpun sang utusan langsung menggundul rambut Umar bin Abdul Aziz.

Kerjasama antara wali santri dan sang pendidik dalam mensukseskan pendidikan seorang anak didik, seperti yang dilakukan oleh Abdul Aziz bin Marwan dan Saleh bin Kaisan dalam mendidik Umar bin Abdul Aziz ini, patut untuk ditiru dan diterapkan pada zaman sekarang. Gara-gara telat salat jamaah saja langsung diambil tindakan yang cepat. Dicari penyebabnya. Rambut. Maka digundullah mahkota itu sebagai peringatan kepada Umar bin Abdul Aziz agar tidak terlena dengan rambutnya sehingga telat berjamaah. Sekali lagi telat berjamaah bukan tidak salat jamaah, atau tidak salat sama sekali.

Bisa dibayangkan andai yang membikin telat berjamaah itu televisi, PS, internet atau sarana bermain yang lain, tentu semua itu akan di'gunduli'. Entah orang tua sekarang apa bisa. Penggundulan kepala juga diterapkan di pesantren-pesantren yang mendidik santrinya menghargai nilai syariat dan adab Islam, diantaranya shalat jamaah.


PERSATUAN ATAU PENGKHIANATAN ?

“persatuan” adalah suatu kalimat yang indah sekali didengar oleh telinga setiap orang. Siapa yang tidak senang dengan persatuan ? setiap orang pasti mengidamkan persatuan. Hidup berdampingan dengan damai dan aman tanpa ada konflik apapun memang adalah idaman bagi setiap orang. Demikian juga umat islam satu sama lain selalu mengedepankan dan mengutamakan persatuan.karena memang itulah ajaran agama yang hanif.sesama mukmin adalah bersaudara, saling menghormati,menghargai dan menolong serta saling berbagi rasa dalam suka dan duka, saling mencintai sebagaimana disabdakan oleh baginda rosululloh saw:”tidaklah sempurna iman diantara kalian sehingga mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”(HR.Ahmad,bukhori muslim, tirmidzi,nasa’i,ibnu majah).dalam riwayat lain beliau SAW juga bersabda: “perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai dan kasih saying sesamanya adalah laksana satu tubuh jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota lainnya pun ikut merasa sakit tak bisa tidur dan terasa panas.”



Namun ajaran persatuan tentunya dapat direalisasikan dengan baik manakala didasarkan atas dasar persamaan iman dan akidah yang benar yaitu yang selalu didasarkan pada al-qur’an dan hadist. Bukan persatuan yang dilandaskan pada faktor kemanusiaan semata-mata sebagai makhluk sosial, islam telah jelas mengatur hal ini yang telah ditunjukkan oleh allah swt dalam al-qur’an dan sabda-sabda rosululloh dalam hadistnya.terhadap musuh-musuh islam yang nyata seperti yahudi dan nasrani, maka sudah jelas tidak ada kompromi sedikitpun dalam bersatu dengan mereka. Mereka adalah musuh-musuh alloh dan rosul yang selalu mengajak dan mempengaruhi orang-orang islam untuk menjadi pengikut agama mereka dengan berbagai cara.kejahatan-kejahatan kemanusiaan yang sangat keji berupa pembunuhan dan penyiksaan terhadap orang-orang muslim diberbagai belahan dunia adalah refleksi kebenciaan mereka yang sangat besar akan islam dan umat islam, ambisi utama mereka adalah menghancurkan islam. Tapi realitanya masih banyak orang-orang yang masih menaruh simpati kepada mereka, berpelukan erat dan mesrah dengan mereka, melakukan do’a bersama, natalan bersama, bercanda riang dan lain sebagainya. Banyak dari kalangan tokoh islam yang semestinya menjadi pantuan umat malah berbuat demikian dengan rasa bangga dan penuh yakin akan perbuatan nista mereka itu. Tidak ada sebutan yang pantas yang disndang mereka selain julukan sebagai PENGKHIANAT AGAMA.



Demikian juga syiah dengan ajaran sesatnya yang menjadi tamu tak diundang dibumi ahlussunnah Indonesia. Setelah revolusi iran yang dipimpin oleh khumaeni yang telah menggulingkan syah iran riza pahlevi melalui kudetannya pada tahun 1979 yang telah mengantarkan dia melakukan revolusi syiah keberbagai Negara khususnya diindonesia. Dengan kedok revolusi islam dan persatuan, akhirnya banyak yang terpukau dengan sandiwara jahatnya, tak lama terkuak kedok jahatnya. Ajaran syiah yang telah diusung dalam revolusi iran hanyalah fatamorgana. Ajarannya sama sekali tidak mencerminkan ajaran islam. Islam hanya sebagai kedok dan propaganda manis. Tidak cukup dengan topeng islam bahkan dengan memakai nama ajaran ahlil bait, dengan trik membela ajaran ahlul bait nampaknya cukup jitu bagi sebagaian orang-orang dungu. Tanpa merasa malu mereka menipu umat islam dengan mengaku sebagai pengikut setia ajaran ahlulbait padahal para ahlul bait berlepas diri dari mereka. Dengan dukungan dana yang besar dan fasilitas yang serba mewah mereka hidup. Para mullah telah hidup bergelimangan harta dengan hasil dana dari khumus (1/5 dari harta kekayaan) yang diambil paksa oleh mereka terhadap rakyat iran sebagai sikap tunduk dan ketaatan mereka. Pantaskah mereka dianggap muslim dan pengikut ahlil bait?? Sementara mereka telah melakukan ajaran-ajaran yang biadab melawan ALLAH dan ROSUL yang diantaranya berupa:



1.) penolakan terhadap al-qur’an dengan mengatakan bahwa al-quran sudah tidak asli, banyak terjadi perubahan(mukharrof)

2.) pelaknatan dan pengkafiran terhadap sahabat-sahabat nabi saw terutama abu baker asshiddiq dan umar bin khottob RA

3.) pencacimakian terhadap isteri-isteri NABI SAW terutama AISYAH dan HAFSHOH RA

4.) Menghalalkan mut’ah (kawin kontrak/zina terselubung) dan menganjurkannya

5.) Tidak mewajibkan sholat jum’at

6.) Meringkas sholat lima waktu menjadi sholat tiga waktu

7.) Mengkultuskan imam-imam ahlil bait nabi dengan mengatakan mereka adalah para imam ma’shum(terjaga dari perbuatan salah,lalai,lupa) sehingga mensejajarkan dengan sifat-sifat suci tuhan.

8.) Mengkafirkan kaum muslimin ahlusunnah dan menghalalkan darahnya

9.) Melakukan taqiyah(berdusta) dan menganjurkannya untuk menutupi dan menyelamatkan ajarannya.



Lalu mengapa kita masih menganggap mereka saudara sesame muslim? Mengapa kita masih menggalang persatuan dengan mereka? Mengapa kita begitu mudah terbujuk dengan rayuan manis mereka, sehingga berbaik hati dan berprasangka baik serta menampakkan kasih sayang penuh suka? Mana GHIRAH islam kita? Demi allah yang menciptakan langit dan bumi! Mereka ini adalah musuh-musuh ALLAH dan ROSUL. Mereka adalah perusak-perusak agama dengan topeng islam, mereka terus akan merusak aqidah umat islam dan memurtadkannya sebagaimana yahudi dan nasrani tidak akan rela sampai umat islam mengikuti agama mereka. Dan janganlah ragu lagi bahwa yahudi nasrani dan syiah adalah musuh terbesar umat islam sepanjang masa yang harus selalu diwaspadai oleh umat islam. Sikap cinta kasih dan santun kepada mereka adalah bukan sikap islam bahkan PENGKHIANATAN terhadap islam. Bukankah ALLAH SWT telah berfirman: “ Engkau tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir saling berkasih sayang terhadap orang-orang yang menentang ALLAH dan rosulnya, walaupun mereka itu adalah bapak-bapak mereka atau anak-anak atau saudar-saudara mereka ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang alloh telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan meguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari padaNya.”



Walhasil jangan pernah ada kompromi sedikitpun diantara kita dengan orang-orang kafir baik yahudi,nasrani maupun syiah, bersikap tegas dan keras adalah jalan yang terbaik dan mendatangkan ridho ALLAH SWT.


Mujahidin Sunnah Iran


Mujahidin Sunnah Iran menangkap seorang pendeta Rafidi dari rezim Safawi
Seorang ibu Sunni Iran menulis di salah satu situs Sunni Iran: Cepat gantung pemimpin majusi ini sebagai tindakan pembalasan atas ulama kami atau penggal kepalanya atau hujani dengan peluru dari kalashnikov kalian...."



inilah dia rafidoh keparat itu.....





semoga Allah membinasakannya....



Sebuah kelompok sunni Iran bersenjata dan kelompok perlawanan Jihad menangkap Imam dari Syiah Rafidi di kota Fahraj (provinsi Kerman yang memiliki banyak populasi Sunni ).  kantor berita pemerintah تابناک ('Tabanak') menyatakan: 'kemarin malam empat orang di Balochi menangkap Imam Syi'ah kota Fahraj. Javad Taheri telah diculik jam 11 malam waktu setempat di salah satu jalan utama Fahraj. Kelompok jundullah bertanggung jawab atas hal ini.



Pernyataan mujahidin jundulloh.



Mulai sekarang kita akan membalas perbuatan mereka dengan balasan yang setimpal!



Mujahidin bersumpah atas nama junjungan kita Muhammad saw untuk membalas darah semua syuhada dari Ahl as-Sunnah Iran terutama ulama yang paling menderita. Kami telah bersumpah wahai Rafidah, Wahai rezim iran Rafidah, dengan izin Allah kami tidak akan pernah berhenti memerangi kalian musuh-musuh Islam wal muslimin.



Hidup mulia atau mati syahid!

Wahai Muslimin jangan lupakan kami dalam doa-doa tulus kalian!



[Seperti biasa rezim Rafidah iran akan memanggil mujahidin dengan sebutan: Bandit, Agen dari AS, Wahhabi dan judul serupa lainnya, ini bukanlah hal baru sebagai rezim yang patuh mengikuti doktrin Rafidah 12 juga kebiasaan mereka menghina sahabah mulia (yang yang terbaik dari umat ini) judul seperti murtad, Penjahat, Pembunuh dll, rezim ini juga mengutuk Sahabah dan Istri Nabi (Saw) dan menganggap itu sebagai bentuk ibadah, mereka bahkan memiliki makam PEMBUNUH Omar bin Khattab (Ra) - yaitu Magian Zoroastrian MAJOOSI Abu-Lu'lu'ah, haruskah kita kemudian kita atas segala ucapan kuffur mereka?



Orang-orang Sunnah di Iran akhirnya terbangun!



Cukup penghinaan ini!



Cukup diperlakukan seperti warga kelas ketiga!



Cukup fitnah dan penghinaan terhadap Para sahabat mulia dan Ibu dari orang-orang beriman!



Cukup pembunuhan atas ulama kami dan perusakan masjid kami!



Wahai Rafidah!



Rezim Iran Rafidi-Safawi tahu bahwa anak-anak terhormat dari Ahl as-Sunnah Iran telah bersiap diri di sekitar perbatasan Iran dan ini hanyalah awal dari pembalasan itu!



Didedikasikan untuk semua Sunni tercinta rakyat Iran baik dari Balochi, Kurdi, kami Turkomani, Arabi atau orang Persia!



bagi semua orang yang terbunuh di tangan Negara Rafidi-Safawi di Iran. Mata ganti mata dan gigi ganti gigi!



kami akan mempertahankan kehormatan kami, dan Ahl as-Sunnah!



Sudah saatnya untuk qisas!



Kami tidak akan pernah melupakan kejahatan Anda terhadap saudara-saudara kami Sunni di Iran wahai Rafidi-Safawi!